Sabtu, 04 Juli 2015

Cara membuat Double Slider

Asslamualaikum...
Hallo guy's jumpa lagi dalam blog Cisppyridyy..
Beberapa bulan kemarin aku habis share scrap frame bukan. Nah sekarang aku berhasil membuat double slider card yang berawal dari melihat scrapbook di youtube.

Bahan apa saja yang di butuhkan ?...
Bahan yang di butuhkan masih sama dengan bahan2 yang di butuhkan untuk membuat scrap frame.
* Kertas hvs warna-warni ( aku disini pakai kertas origami hanya saja harus di lapiskan lagi dengan kertas seperti karton yang sedikit tebal )
* Gunting dan cutter 
* Penggaris
* Pensil 
* Plastik bening ( kalian bisa juga menggunakan bungkusan plastik sisa snack atau tidak plastik yang ada di botol air minum kemasan )


Mari Buat ....
Okay, pertama-tama siapkan 4 potongan kertas. 2 potong kertas berukuran 7,5 x8 dan 2 potong kertas 8x9 ( untuk ukuran sebebas kalian saja mau di buat berapa, hanya saja harus ada 2 potongan yang memiliki ukuran yang sama )



Ambil salah satu potongan kertas yang di gunakan untuk sebagai alas, disini saya menggunakan warna merah untuk alasnya. Beri jarak 0,5 cm pada sisi kanan dan Kiri. Setelah itu bikin garis 4cm, potong sesuai dengan garis yang telah ditentukan
Lihat contoh di bawah ini :


Setelah itu siapkan plastik bening dengan ukuran 4x16 cm. Sisipkan plastik tadi pada potongan kertas yang menjadi alas pada bagian yang telah di potong. Rekatkan ujuang dengan ujung plastik
Lihat contoh :



Setelah alasannya selesai, sekarang kita ke potongan kertas yang berwarna kuning tempelkan sebuah photo di masing2 kertas tersebut atau kalian mau menuliskan kata2 pada potongan tersebut.

Lihat contoh :

Okay selanjutnya berikan double tape di atas plastik bening yang bagian bawah di beri double tape disisi kanan dan bagian atas diberikan double tape di sebelah kiri sekitar 4 cm ( ukuran sesuai dengan panjang plastik bening tadi ) rekatkan dengan potongan kertas berwarna kuning.

Lihat contoh :


Setelah itu gunakan double tape yang memiliki bantalan, rekatkan pada ujung atas dan bawah pada kertas berwarna merah. Setelah itu rekatkan dengan potongan kertas berwarna merah yang telah disiapkan dan rekatkan. Untuk bagian depannya kalian bisa kreasikan sendiri atau tempelkan apa aaja sesuai dengan yang kalian inginkan.

Lihat contoh :

Selesai..
Dan ini hasilnya 


Mudah bukan, jika kurang jelas bisa tanya2 lagi kesini atau kalian bisa check di youtube. Disana lebih banyak tutorial mengenai double slide.

Kamis, 07 Mei 2015

TERAPI REALITAS

Glaser memperkenalkan terapi realitas sebagai sala satu pendekatan terapi untuk mengatasi berbagai bentuk ganguan psikologi yang di alami individu.  Sebagai seorang psikiater, ia banyak menemukan kenyataan bahwa berbagai gangguan psikologi yang dialami oleh pasien, yang dirawat di rumah sakit, dilandasi oleh upaya pasien melarikan diri dari tanggung jawab hidupnya. Landasan utama terapi realitas adalah memenjarakan pasien untuk bertanggung jawab terhadap hal-hal yang dilakukannya, dan buka membenamkan diri dalam perasaan-perasaan yang dialaminya. Glasse mengemukkan bahwa pada

Konsep yang dikemukakan Glasser dalam melakukan terapi realistas, yaitu :
  1. Setiap orang harus dibawa kepada sesuatu pehaman bahwa dirinya turut bertanggung jawab atas penderitaannya. Ia tidak boleh membebankan tanggung jawab kepada orang lain, melainkan dirinyalah yang bertanggung jawab.
  2. Individu harus menyadaribahwa sejarah hidup tidak dapat diputar ulang. Akses terhadap pengalaman hidup di masa lampau sangat terbatas, sehingga perubahan yang harus dilakukan juga demikian terbatas. Karenanya, seseorang hendaknya belajar mengubah dirinya sendiri sejak saat kini untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan.
  3. Pasien harus belajar berinteraksi dengan orang lain sesuai dengan pola hubungan interaktifnya, bukan atas landasan transfetence ( pengalihan hubungan emosional dengan figur tertentu ke figur tertentu lainnya yang memiliki kemiripan ). Setiap hubungan interpersonal adalah unik, dan individu perlu belajar membina hubungan unik sesuai dengan keunikan hubungan interpersonalnya.
  4. Alam ketidaksadaran tidak bisa dijadikan alasan bagi individu untuk terganggu. Ia harus belajar tanggung jawab atas hal-hal yang diperbuatnya.
  5. Harus ada pengakuan besar salah; karenanya harus ada aturan sosial yang dapat mengendalikan perilaku individu. 
  6. Pasien harus belajar bertingkah laku tertentu sebagai perilaku yang layak yang harus ditampilkan dalam kondisi tertentu.
Teknik-teknik terapi realitas menurut Glasser dilakukan dengan langkah-langkah sebegai berikut :

1. Keterlibatan
Bertumpu pada pengalamannya sebagai psikiater di Veterans Administration Psychiatric Hospital, West Los Angeles, ia mengamati bahwa para petugas yang berbicara dengan pasien dan memperlakukan pasien dengan bersahabt atau sebagai teman dan melibatkan perasaannya terhadap pasien, akan memberikan hasil yang sangat memuaskan dan sebagai kebutuhan dasar. Terapis harus dapat melibatkan diri dengan pasien yang akan dibantunya, karena itu harus memperlihatkan sikap hangat, bersifat pribadi dan ramah. 

2. Perilaku Sekarang
Sebagai kelanjutan dari sikap hangat dan kesediaan melibatkan diri dari terapis dengan pasiennya, pasien akan merasa dibantu untuk menyadari perilakunya sendiri sekarang. Mengetahui perilaku sekarang dianggap penting . Orang sering menghindari dari perilakunya sekarang dengan menekankan bagaimana dia merasakan daripada bagaimana ia berbuat.  Pandangan pada terapi realitas terhadap kehidupan perasaan seseorang sebagai sesuatu yang cukup penting, namun yang lebih penting ialah apa yang dilakukan sekarang. Terapi akan “mengeluarkan” perilaku tersebut untuk “diperlihatkan” kepada pasiennya agar pasien tidak melakukan keterlibatan dirinya terhadp masalahnya, namun keterlibatan dengan orang lain atau pihak lain di luar dirinya untuk melakukan sesuatu.

3. Menerima Diri Sendiri
Pasien harus bisa melihat perilakunya sendiri secara kritis dan menilainya apakah pilihannya memang yang terbaik. Dimana terapis akan menanyakan apakah pennilainnya terhadap perilakunya merupakan baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang disekitarnya serta lingkungan sosialnya. Terapi tidak akan menerangkan apakah yang dilakukan pasien itu salah atau benar dan terapis hanya sebatas embimbing pasien untuk menilai dan menentukan perilakunya sendiri.

4. Merencanakan Tindakan yang Bertanggung Jawab
setelah pasein melakukan penilaian pasien dibantun dalam menyusun rencana, kenyataan pengaruh pengalaman dan pengalaman hidup terapis cukup besar dan banyak mempengaruhi objektifitasnya. Rencana tindakan sebaiknya haru realistik sehingga tidak tidak sulit untuk dicapai. Rencana yang disusun pun tidak terlalu kaku dan kalau bisa disusun kembali. Namun dalam melakukan tindakan, pasien tidak dibebaskan begitu saja untuk tidak mengikuti rencana yang telah dibuat.

5. Perjanjian
Rencana tindakan yang telah disusun harus dijalani dan dilakukan. Terapi memberikan dorongan lebih besar kepada pasien untuk memenuhi rencana dan meminta pasien untuk berjanji dengan terapis bahwa dia akan melakukannya. 

6. Tidak Menerima Alasan
Jika seseorang tidak memnuhi perjanjiannya, penilaian, penyusunan rencana perlu diperiksa ulang. Jika perjanjian dan keterlibatan pasien untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan rencana, maka terapis masih mendorongnya 

7. Tidak adanya hukuman 
Tidak memberikan hukuman atau tidak menerima alasan sama pentingnya dalam terapis realitas. Karena menurut Glasser dengan memberikan hukuman akan mengurangi keterlibatan seseorang dan menyebabkan ke gagalan untuk mengidentifikasikan kegagalan secara lebih rinci. 

Sumber :
  • Gunarsa, S., D. 2007. Konseling dan Psikoterapi. Jakarta : Gunung Mulias
  • Satiadarma, M., P. 2002. Pura-pura Sakit untuk Mencari Simpati ( Sindrom Munchausen ), Sebuah kajian Psikologis. Jakart:Populer Obor
  •  



Sabtu, 18 April 2015

LOGOTERAPI

Logoterapi berasal dari kata YUNANI logos yang mengandung dwiarti. Pertama, logos berarti : "spirit"  yaitu suatu dimensi terdalam dari seorang ke manusia dan arti ini lebih ke antropologis dari pada teologis. Kedua adalah "meaing" yaitu nilai kehidupan sebagai seorang manusia. Singkatnya, logoterapi adalah sebuah teori yang berorientasi untuk menemukan arti, suatu arti dalam dan bagi eksistensi manusia. Disini yang penting adalah menerima tanggung jawab dan berusaha menemukan arti atau nilai dibalik kehidupan.

Menurut kamus lengkap Psikologi ( Chaplin, 1989 ) Logoterapi : satu bentuk psikoterapi eksistensial yang didasarkan atas analisa arti dari eksistensi seseorang.

Terdapat 3 konsep fundamental yang perlu diketahui dalam hubungan dengan logoterapi, antara lain :

1. Freedom of Will ( Bebas dari kemamuan ) 
Arti kata kebebasan yang dimaksud adalah suatu kebebasan untuk tetap berdiri/tegak apapun kondisi yang dialami manusia. Disini manusia bebas untuk menentukan sikapnya menghadapi keadaan disekitarnya, bebas membuat rencana diluar kecenderungan somatik dan komponen-komponen psikisnya. Bebas dari kemauan tidak berarti bebas dari kondisi bologis, fisik, sosiaologis,dan psikologis. Tetapi bebas untuk mengambil sikap bukan hanya menghadapi dunia, melainkan diri sendiri.
2. Will-to-meaning 
Kemauan untuk menemukan arti kehidupan. Suatu dorongan kemuan dasar yang berjuang untuk mencapai arti hidup yang lebih tinggi untuk eksis didunia. Ia merupakan suatu dorongan yang mengendalikan manusia untuk menemukan arti dalam kehidupan. Will-to-meing muncul dari keinginan pembawaan dasar manusi untuk mengaktulisasikan sebanyak mungkin nilai hidup dalan diri manusia.
3. The meaning of life 
Arti hidup yang dimaksudkan disini adalah arti hidup yang bukan untuk dipertanyakan, tetapi untuk direspon, karena kita semua bertanggung jawab untuk suatu hidup. Respon yang diberikan bukan dalam bentuk kata, tapi dalam bentuk tindakan dengan melakukannya.

Tujuan Logoterapi 
  • Memahami adanya potensi dan sumber daya rohani secara universal ada pada setiap orang terlepas dari ras, keyakinan dan agama yang dianutnya
  • Menyadari sumber-sumberdan potensi itu sering ditekan, terhambat dan diabaikan bahkan terlupakan
  • Memaanfaatkan daya-daya tersebut untuk bangkitkan kembali dari penderitaan untuk mampu tegak kokoh menghadapi berbagai kendala dan secara sadar mengembakna  diri untuk menghasilkan kualitas hidup bermakna.
Teknik-teknik Logoterapi :
Menurut Semiun ( 2006 ) teknik logotherapy antara lain :

a. Intensi Paradoksikal :
Merupakan teknik dimana klien diajak melakukan sesuatu yang paradoks dengan sikap klien terhadap situasi yang dialami. Klien diajak mendekati dan mengejek sesuatu dan bukan menghindar. Teknik ini bertujuan lebih daripada perubahan pola tingkah laku. Teknik ini diarahkan pada penghapusan gejala melalui cara yang paradoks, yakni meminta kepada klien agar ia dengan sengaja menampilkan gejala yang dialaminya, tetapi melebih-lebihkan dan mengejek atau berhumor atau gejala itu. Landasan dari intensi paradoksikal adalah kesanggupan manusia untuk bersikap bebas dan mengambil jarak terhadap dirinya sendiri/ melampaui diri sendiri dan inilah yang dinamakan humor.

b. Derefleksi
Frankl ( Semiun, 2006 ) percaya bahwa sebagaian besar terhadap persoalan kejiwaan berasal dari perhatian yang terlalu fokus pada diri sendiri. Dengan mengalihkan perhatian diri sendiri dan mengarahkannya pada orang lain, persoalan itu akan hilang dengan sendirinya. Dengan teknik tersebut, klien diberi kemungkinan untuk mengabaikan neurosisnya dan memusatkan perhatian pada sesuatu yang terlepas dari dirinya.

c. Bimbingan Rohani
Metode khusus digunakan pada penanganan kasus individu berada pada penderitaan yang tidak dapat terhindarkan ataudalam suatu keadaan yang tidak dapat dirubah, dan tidak mampu berbuat apalagi selain menghadapi masalah yang dialami. Pada metode ini individu didorong untuk merealisasikan nilai bersikap dengan menunjukan sikap positif terhadap penderitaannyadalam rangka menemukan makna dibalik penderitaannya tersebut.


Ref :
  • Chaplin,  C., P. 1989. Kamus Lengkap PSIKOLOGI Ed. 1, Cet. 1. Diterjemahkan oleh : Kartini-Kartono. Jakarta : Rajawali
  • Naisaban, L. 2004. PARA PSIKOLOGI TERKEMUKA DUNIA ( Riwayat Hidup, Pokok Pikiran dan Karya ). Jakarta: Grasindo
  • Semiun, Y. 2006. Kesehatan Mental 3. Yogyakarta. Kanisius

Sabtu, 11 April 2015

TERAPI PSIKOANALISIS

Psikoanalisis merupakan aliran pertama dari ketiga aliran psikologi yang lain ( Behaviorisme, Humanistis, dan  Transpersonal ). Aliran yang di populerkan oleh Sigmund Freud meruapan salah satu teori kepribadian paling kondang 

Konsep Terapi Psikoanalisi :

1. Struktur Kepribadian 
  • Id
  • Ego 
  • Super Ego 
2. Pandangan Tentang Sifat Manusia :
  • Pesimitik
  • Determistic
  • Mekanistik
  • Reduksionitik
3. Kesadaran dan Ketidak sadaran 
  • Konsep ketaksadaran :
Ø mimpi2 → merupakan representative simbolik dari kebutuhan2, hasrat2  konflik
Ø salah ucap / lupa → thd nama yg dikenal
Ø sugesti pascahipnotik
Ø bahan2 yg berasal dari teknik2 asosiasi bebas
Ø bahan2 yg berasal dari teknik proyekti

4.   Kecemasan : Freud ( Feist J. dan Feist G. J., 2010 ) menjelaskan bahwa kecemasan merupakan situasi afektif yang dirasa tidak menyenangkan yang diikuti oleh sensasi fisik yang memperingatkan seseorang akan bahaya yang akan mengancam. Perasaan yang tidak menyenangkan ini biasanya samar-samar dan sulit di pastikan. tetapi selalu terasa.
Terdapat 3 macam kecemasan :
  • Kecemasan Neurosis : Rasa cemasa akibat bahaya yang tidak diketahui. Perasaan itu sendiri berada pada ego, tetapi dari dorongan-dorongan id. Semasa kanak-kanak, perasaan marah sering kali diikuti oleh rasa takut terhadap hukuman dan rasa takut digeneralisasikan kedalam kecemasan neurosis tidak sadar.
  • Kecemasan Moral : Berbakar dari konflik antara ego dan superego. Membangun superego biasanya diusia 5 atau 6 tahun. Mengalami kecemasan yang tumbuh dari konflik antara kebutuhan realistis dan perintah superego. 
  • Kecemasan Realistis :  terkait erat dengan rasa takut. Kecemasaan ini di definiskan sebagai perasaan yang tidak menyenangkan dan tidak spesifik yang mencangkup kemungkinan bahaya itu sendiri. 
Unsur-unsur Terapi :

1. Tujuan terapi Psikoanalisis 
  • Memebntuk kembali struktur karakter individu dengan jalan membantu kesadaran yang tak disadari didalam diri klien
  • Fokus pada upaya pengalaman masa anak-anak.
2. Fungsi : Terapis membiarkan dirinya anonym, hanya berbagi sedikit perasaan dan pengalaman sehingga klien memproyeksikan dirinya kepada terapis

3. Peran Terapis : 
  • Membantu klien dalam mencapai kesadaran diri, kejujuran dalam melakukan hubungan personal dalam menangani kecemasaan secara realistis
  • Membangun hubungan personal dalam menangani kecemasan serta realistis
  • Membangun hubungan kerja dengan klien, banyak mendengarkan dan menafsirkan
  • Terapis memberikan perhatian khusus pada penolakan-penolakan klien
Teknik dasar Terapi Psikoanalisis

1.Asosiasi Bebas : Suatu metode pemanggilan kembali pengalaman masa lalu dan pelepasan emosi yang berkaitan dengan situasi traumatik di masa lalu.
2. Penafsiran : Suatu prosedur dalam menganalisis asosiasi bebas, mimpi, resistensi dan transeferensi
3. Analisis Mimpi : Suatu prosedur yang penting untuk menyikapi bahan yang tidak disadari dan memberikan kepada klien atas beberapa area masalah yang tidak terselesaikan.
4. Analisis dan Penafsiran Resistensi : untuk membantu klien agar menyadari alasan yang ada dibalik resistensi sehingga dia biasa menanganinya.
5. Analisis dan Penafsiran Transferensi : Teknik utama dalam psikoanalisis karena mendorong klien untuk menghidupkan kembali masa lalu dalam terapi.

Ref : 

  • Feist, J., dan Feist, G., J. 2010. Teori Kepribadian Edisi 7 Buku 1. Diterjemahi oleh : Handrianto. Jakarta: Salemba Humanika
  • Indiryawati.2010.TERAPI PSIKOANALISIS. http://indryawati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.2 ( Diakses pada tanggal : 04/12/15 )


Kamis, 09 April 2015

Personal Centered Therapy

Konsep  dari Personal Centered Therapy 

Roger ( Feist J dan Feist G. J., 2011 ) mengasumsikan bahwa suatu pergembangan terapeutik dapat terjadi beberapa kondisi dianggap perlu dan memadai. Pertama klien hrus bertemu dengan terapis yang kongruen yang juga memiliki empati dan penerimaan positif  tidak bersyarat untuk klien tersebut. Kemudian klien juga harus dapat melihat karakteristik tersebut dari terapis, Terakhir pertemuan anatra klien dan terapis ada durasi tertentu.

Signifikansi dari hipotesis Rogerian termasuk revolusioner. Dengan hampi semua psikoterapi, kondisi pertama dan ketiga pasti terjadi; klien akan terdorong oleh semacam tekanan untuk mencari pertolongan, serta hubunngan antara klien dan terapi akan berlangsung untuk beberapa periode waktu. Terapi yang berpusat pada klien menjadi unik dalam penekannnya atas kondisi kongruensi, penerimaan positif tidak bersyarat dan mendengar secara empati dari konselor yang dianggap perlu dan memadai ( Feist J dan Feist G. J., 2011 )

Walaupun ketiga kondisi tersebut perlu untuk pertumbuhna psikologi, Roger ( Feist J dan Feist G. J., 2011 ) meyakinkan bahwa kongruensi lebih mendasar daripada penerimaan positif tidak bersyarat dan mendengar secara empati. Kongruensi adalah kualitas umum yang dimiliki oleh terapis, sementara dua kondisi lainnya adalah perasaan dan sikap spesifik yang dapat diberikan terapis untuk klien secara individual.

Unsur-unsur dalam terapi 

a. Kongruensi Konselor 
 Kondisi pertama yang perlu dan memadai untuk perubahan secara terapeutik adalah terapis yang kongruen. Kongruensi terjadi apabila pengalaman organismik seseorang sejalan dengan kesadaran atas atau pengalaman tersebut, serat dengang kemampuan dan keinginan untuk secara terbuka mengekspresikan perasaan tersebut.Untuk menjadi kongruen adalah menjadi nyata dan jujur, dan menjadi apa adanya.

b. Penerimaan Positif Tidak Bersyarat
Penghargaan postif adalah kebutuhan untuk disukai, dihargai dan diterima oleh orang lain. Saat kebutuhan tersebut muncul tanpa adanya syarat atau kualifikasi, maka munculah penerimaan positif yang tidak bersyarat. Terapi mempunyai penerimaan postif yang tidak bersyarat saat mereka " mengalami sikap yang hangat, positif dan menerima kepada apa yang menjadi kliennya. Menerima dan menghargai klien tanpa batasan atau keraguan dan tanpa melihat perilaku yang timmbul pada klien. 

c. Mendengarkan secara Empati
Empati hadir saat terapis secara akurat dapat merasakan perasaan dari klien mereka dan dapat mengomunikasikan persepsi ini, supaya klien mengetahui bahwa orang lain telah memasuki dunia perasaan tanpa prasangka, proyeksi ataupun evaluasi. Roger ( Feist J dan Feist G. J., 2011 ), empati " berarti untuk sementara hidup dalam kehidupan orang lain, bergerak didalamnya dengan hati-hati tanpa menghakimi ". Empati mengimplikasikan bahwa seorang terapis melihat segala sesuatunya dari sudut pandang klien, dan klien merasa amanserta tidak terancam.

Proses 
apabila kondisi-kondisi yang kongruen, penerimaan positif yang tidak bersyarat, dan empati telah hadir, maka proses perubahan terapeutik akan berlangsung. Walaupun setiap orang yang mencari psikoterapi itu unik, Roger ( Feist J dan Feist G. J., 2011 ) yakni bahwa ada aturan tertentu yang menjadi karakteristik dari proses terapi.


  • Tahap dalam Perubahan Terapeutik 

Roger ( Feist J dan Feist G. J., 2011 ) membagi kontinum menjadi tujuh tahapan :

Tahap 1 : ketidak mauan untuk mengkomunikasikan apa pun tentang diri. Pada tahap ini manusia tidak mencari pertolongan, tetapi apa bila mereka datang untuk terapi, karena alasan tertentu, mereka akan kaku dan menolak untuk berubah. Mereka tidak menyadari adanya masalah dan menolak untuk mengakui perasaan tersebut

Tahap 2 : Pada tahap ini klien mulai sedikit-sedikit tidak kaku. Mereka mendiskusikan peristiwa eksternal dan orang lain, tetapi tidak mengakui atau menyadari tentang perasaan mereka sendiri. Akan tetapik, mereka akan membicarakan perasaan personal mereka apabila perasaan tersebut merupakan fenomena objektif.

Tahap 3 : Pada tahap ini klien mulai lebih bebas dalam membicarakan diri mereka walaupun masih sebagain objek.  " Saya melakukan yang terbaik yang saya dapat lakukan saat berkerja, tetapi boss saya masih tetap tidak menyukai saya " Klien menceritakan perasaan, emosi yang dialami dan terjadi pada masa lalu dan masa depan,serta menghindari yang sedang dialami sekarang.

Tahap 4 : Klien mulai berbicara mengenai perasaan mendalam, tetapi bukan yang sedang dirasakan saat itu, " Saya merasa sangat marah ketika guru saya menuduh saya melakukan kecurangan ". Walaupun mereka mempunyai sedikit kesadaran bahwa mereka mempunayi kemampuan untuk merasakan emosi yang sedang dialami

Tahap 5 : tahap dimana klien mulai dapat mengekspresikan perasaan yang sedang mereka alami walaupun belum secara akurat melakukan simbolisasi dari perasaan-perasaan tersebut. Mereka mulai bertumbu pada locus evaluasi internal dari perasaan mereka dan mulai menemukan penemuan baru dan inovatif mengenai diri mereka.

Tahap 6 : Merupakan tahap terakhir dari sebuah terapi. walaupun terapi dihentikan, tetapi klien masih dapat melanjutkan sendiri ketahap berikutnya

Tahap 7 : Dapat terjadi diluar pertemuan terapi, karena pertemuan ditahap 6 merupakan proses yang tidak dapat diputar-baliik. Klien yang mencapai tahap 7 telah menjadi "manusia masa depan" yang berfungsi sepenuhnya , dan mampu menggeneralisaiskan kepercayaan diri untuk menjadi diri mereka sendiri disaat apapun. 

Ref :
Feist, J., dan Feist, G., J,. 2011. TEORI KEPRIBADIAN EDISI 7 BUKU . diterjemahkan oleh Sjahputri, S., P. Jakarta : Salemba Humanika

Selasa, 17 Maret 2015

Konseling dan Pikoterapi

Minggu kedua

Upaya untuk membedakan antara konseling dengan psikoterapi telah lama dilakukan berbagai pihak, namun tidak ada hasil yang cukup memuaskan. Karena itu sekelompok ahli berupaya untuk membedakan antara konseling dan psikoterapi tidak perlu dilakukan lagi yang dimana sama-sama bertujuan untuk membantu orang lain.Akan tetapi masih ada sekelompok ahli lain berupaya untuk membedakan antara konseling dan psikoterapi. Kedua terminologi ini perlu terus dilakukan agar jelas keprofesiannya dan tidak menimbulkan keraguannya.

Brammer dan Shostrom ( Gunarsa,2007 ) membedakan antara konseling dengan psikoterapi :
1. Konseling ditandai adanya terminologi seperti;
educational, supportive, situasional, problem solving, conscious, awarness, normal, present-time, dan short-term
2. Psikoterapi ditandai adanya :
supportive, reconstructive, depth emphasis, analytical, focus on the past, neurotics and other severe emotional problems and long-term.

Perbedaan konseling dan psikoterapi disimpulkan oleh Pallone dan Patterson yang dikutip oleh Thompson & Rudolph ( Gunarsa,2007 ) sebagai berikut :
1. Konseling untuk klien, gangguan yang kurang serius. Masalah yang dihadapi klien: jabatan, pendidikan. Berhubungan dengan pencegahan. Lingkugan pendidikan dan nonmedis. Berhubungan dengan kesadaran. Metode pendidikan,
2. Psikoterapi untuk pasien, gangguan yang dihadap serius. Menangani masalah kepribadian dan pengambilan keputusan. Berhubungan dengan penyembuhan. Lingkungan medis. Berhubungan dengan ketidaksadaran. Metode penyembuhan.

Dalam terapis terdapat bentuk-bentuk utama dari terapis dimana antra lain:

Terapi Suportif
Dalam kamus psikologi supportive  therapy adalah satu bentuk terapis ketika terapi memberikan nasihat dan dorongan semangat atau dapat juga membantu individu, khususnya selam periode yang menyiksa hati selama berlangsungnya terapi.

Psikoterapi suportif menawarkan dukungan kepada pasein oleh seorang tokoh yang berkuasa selama periode penyakit, kekacuan atau dekompensasi sementara. Pendekatan itu juga memiliki tujuan untuk memulihkan dan memperkuat pertahanan pasien dan mengintegrasikan kapasitas yang telah terganggu. Cara ini memberikan suatu periode penerimaan dn ketergantunngan bagi pasien yang membutuhkan bantuan untuk menghadpi rasa bersalah, malu, dan kecemasan dalam menghadapi frustasi atau tekanan eksternal yang mungkin terlalu kuat untuk dihadapi.

Terapi Re-educative
Terapi reeducative bertujuan untuk memberikan pasien pengertian mendalam menjadi lebih tentang konflik sadar  upaya yang disengaja pada tujuan memodifikasi dan memaksimalkan potensi yang ada. Terapi Re-educative termasuk hubungan, sikap, psychobiologi, konseling, reconditioning, dan grup re-educative.( Cambell, 1968 )

Terapi Reconstructive 
Terapi Reconstructive bertujuan untuk memberikan pasien pengerian mendalam mengenai konflik bawah sadar dan perubahan luas pada pasien struktur karakter. Terapi Reconstructive termaksud dalam terapi psikoanalisis Freudian, Alderian, dan Jungian, terapi objek berhubungan, selff psychology, teknik treatment cultural-interpersonal, dan psikoterapi psychoanalytically oriental ( Cambell,1968 )





Refrensi :

  • Gunarsa, S., D. 2007. Konseling dan Psikoterapi. Jakarta: Gunung Mulia
  • Pilpala, T., K., S. 2013. "Terapi Supportif dan Psikoedukasi untuk Meningkatkan Pemahaman diri Pada Penderita Skizofrenia Paranoid". Procedia Studi Kasus dan Intervensi Psikologi 2013, Volume 1 (1), 46-51. diambil dari : http://ejournal.umm.ac.id/index.php/.pskip/article/viewfile/1376/1470. 22/03/2015
  • Cambell, R., J. 1968. Campbell's Psychiatric Dictionary Eighth Edition. New York: Oxford University Press




Kamis, 05 Maret 2015

My Scrapframe


Assalamualaikum..

Welcome back to my Blog. Selama hampir 1 bulan kurang beberapa hari aku disibukan untuk memikirkan mau ngasih kado apa buat orang-orang spesial dan terkasih. setelah search di google hampir seharian  akhirnya aku memutuskan untuk membuat SCRAPFRAME. Dan hari ini pun aku mau share pengalaman pertama aku membuat scrapframe yang simple dan menghemat pengeluaran dompet aku.. 

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

1. Wrapping Paper Book/Kertas Hvs A4 berwarna/Kertas kado
Bahan-bahan tersebut dapat di gunakan sebagai background pada scrapframe kalian. Disini kalian bebas mau mengunakan kertas apa saja untuk background kalian. Kalau aku lebih suka menggunakan kertas Hvs A4 warna hitam dan nanti ditumpuk dengan kertas hvs putih yang udah di print dengan gambar yang sebelumnya aku cari di google. Dan untuk kalian yang lagi hemat aku saranin kalian dapat membeli kertas kado atau tidak kalian print aja background-background lucu yang ada di google contohnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini no. 2


2. Gunting dan Pembolong kertas
Gunting itu harus ada pastinya karena digunakan untuk membantu kalian dalam urusan potong memotong . Disini aku punya 4 jenis guning yang dimana satu diantara 4 ini adalah gunting biasa sedangkan 3nya adalah gunting yang memiliki pola dibagia tajamnya sehingga pada saat mengunting kertas akan menimbulkan pola-pola salah satunya pola bergelombang harga gunting berpola tersebut sekitar 17.000/pack dalam 1 pack isinya terdapat 3 buah bunting. Dan satunya adalah pembolong kertas bermotif (kalau nama aslinya aku kurang tau seingat aku punch) disini saya hanya memiliki satu pembolong kertas dengan motif not nada. Kalau kalian mau cari pembolong kertas bermotif kalian dapat cari di toko-toko online atau toko buku. Tapi untuk satu alat ini cukup mahal dengan ukurannya yang sangat kecil. untuk ukuran yang kecil harganya 10.000/pcs dan ukuran sedangnya seperti yang punya saya harganya 13.500/pcs (tidak semua toko harganya segitu, ini saya beli didaerah tempat tinggal saya dan ini termasuk cukup murah dibandingkan beli di toko buku )

                                   


3. Kertas Kokoro dan Kertas warna warni (Origami)
Kertas-kertas ini dapat di gunakan sebagai perlengkap untuk hiasana scrapeframe kalian sehingga scrapframe kalian tidak terlihat polos sehingga kalian dapat berkreasi sebagai mana yang kalian ingin, dsisni saya memliki 4 kertas warna-warni yang berbeda dan kalian bisa cari di toko-toko ATK atau toko buku. Disini saya juga punya kertas warna-warni yang bermotif merknya Anjana Origami Paper kalau di toko buku ternama harganya yang kecil sekitar Rp 9.500. Jika kalian punya majalah yang udah ga kepakai lagi kalian bisa menggunakan gambar-gambar atau tulisan yang terdapat dalam majalah untuk di jadikan sebagai hiasan pads scrapframe.


Dan ini merupakan senjata terakhir yang sepertinya akan membantu sangat buat kalian. Kalian bisa lihat pada gambar dibawah ini dimana terdapat double tape, selotip dan double tape bantal diimana fungsi mereka untuk merekatkan atau menempelkan bagian satu dengan bagian yang lain. Terus ada spidol yang gunanya yang pasti kalian tua juga dan terakhir pengaris.  

Oh ya untuk double tape bantalan ini berfungsi perekat dimana dapat menghasilakan suata gambar terlihat 3d dan harganya cukup mahal tergantung ukuran dan dimana kalian beliinya. Tapi ada alternatif yang cukup bagus juga agar gambar kalian terlihat 3d adalah kalian dapat menggunakan selotip atau lakban sidireatkan ujung dengan ujung sehingga berbentuk seperti tabung, atau kalian juga bisa menggunakan double tape dengan cara merekatkan dengan bidang yang sedikit melembung contohnya kertas kokoro atau kertas hvs di buat gumpalan dan nanti direkatkan pada gmbar yang ingin dibuat 3d.

Oke itu bahan-bahan yang bisa kalian dapat gunakan untuk membuat scrapframe. Simpel, murah dan ada kesan tersendiri saat membuatnya.. Dan ini adalah scrapframe yang telahh aku buat, didesignnya ga terlalu banyak atribut, karena takutnya malah ga rapihh.. hehehe







Semoga postingan saya pada hari ini dapat bermanfaat untuk kalian semua ya.. See you next timee...

Byeeeeeee