Pengaruh
Sosial
Secara
definisi pengarauh sosial adalah usaha untuk mengubah sikap, kepercayaan ( believe ), persepsi atau pun tingkahlaku
satu atau beberapa orang lainnya ( Cialdini, 1994 dalam Baron, Branscombe,
Byrne, 2008 ). Seperti namanya pengaruh sosial amat kuat dan pervasif terhadap
individu. Begitu kuatnya, sehingga orang yang berusaha mempertahankan kontrol
atas dasar dirinya Sekuat apapun seorang individu, tidak bisa menolak pengaruh
sosial dari lingkungan. Sekarang saya akan membahas apakah yang dimaksud dengan
konformiti ( comformity ), keinginan
( compliance ) dan kepatuhan ( obedience ).
Konformitas ( Comformity )
Manusia
cenderung mengikuti aturan-aturan yang ada dalam lingkungannya. Hal tersebut bisa
dicontohkan pada saat diloket stasiun kereta api, kita hendak mengantir untuk
membeli tiket commuter line.
Begitupun pada saat ujian, yang awalnya hanya menegok kearah teman-teman
tiba-tiba saat melihat jawaban beberapa teman dan langsung mengganti jawaaban yang
sebelumnya sudah dijawab, yang mungkin saja jawaban tersebut benar.
Aturan-aturan
yang mengatur tentang bagaimana sebaiknya kita bertingkah laku, disebut norma
sosial ( social norms ). Manusia
mencoba menyesuaikan diri dengan linkungan agar dapat bertahan hidup. Cara yang
termudah adalah melakukan tindakan yang sesuai dan diterima secara sosial.
Keinginan ( Compliance )
Tanpa
kita sadar, sering kali perilaku kita dipengaruhi oleh orang lain, entah itu
keluarga ataupun mungkin orang yang baru kita kenal dan ini sering terjadi
didalam hubungan sosial tanpa kita sadari. Salah satu contohnya adalah pada
saat teman meminta kita sekedar menemani dia jajan. Permintaan tersebut membuat
kita harus memilih antara menerima ajakan tersebut atau menolaknya. Tapi sering
kali menerima ajakan tersebut, walaupun pada awalnya kita ingin menolak ajakan
tersebut.
Bagaimanakah
cara seseorang mempengaruhi orang lain agar mau memenuhi permintaannya ?..
Seorang
tokoh yang terkenal Robert C. Cialdini. Dalam serangkaian penelitian yang
dilakukan lewat observasi langsung, dan ia menyimpulkan ada banyak teknik compliance yang sebenernya didasari
oleh prinsip dasar antara lain :
a. Permintaan atau Rasa Suka
Terkadang
kita cenderung lebih mudah memenuhi permintaan teman atau orang yang kita sukai
dari pada permintaan orang lain apalagi orang yang dibenci.
Contohnya
: Seorang laki-laki yang sedang PDKT dengan perempuan mau saja diminta oleh perempuan
tersebut untuk mengantarn kerumahnya.
b. Komitmen atau konsisten
Saat
kita telah mengikatkan diri pada satu posisi atau tindakan, kita akan lebih
mudah memnuhi permintaan akan suatu hal yang konsisten dengan posisi atau
tindakan sebaliknya.
Contohnya : Setelah menikah dan menjalani hubungan rumah tangga, dimana seorang suami berkomitmen mencari nafkah untuk anak dan istrinya, sedangkan istri mengurus rumah dan anak.
c. Kelangkaan
Kita lebih menghargai dan mencoba mengamankan objek yang langka. Oleh karena itu kita cenderung memenuhi permintaan yang menegkankan kelangkaan.
Contohnya : Para kolektor barang-barang antik, mereka bisa mengeluarkan banyak uang untuk membeli barang-barang yang antik atau limit
d. Timbal-balik
Timbal-balik adalah suatu prinsip dasar yang tidak bisa ditolak, karena permintaan seseorang sebelumnya pernah memberikan pertolongan kepada kita.
Memunih suatu permintaan untuk suatu tindakan jika tindakan itu konsisten dengan apa yang dapat kita percaya orang lain akan melakukannya juga
Contohnya : Menjadi salah satu donatur untuk panti asuhan atau mendonorkan darah untuk orang-orang yang membutuhkan darah.
f. Otoritas
Prinsip sosial yang satu ini, munggkin sama dengan obedience, memenuhi suatu permintaan orang lain yang memiliki otoritas yang diakui, atau setidaknya tampak memiliki otoritas.
Contohnya : Dimana orang tua meminta kita untuk pulang tidak terlalu malam. Orang tua adalah otoritas paling kuat didalam keluarga.
Kepatuhan ( Obedience )
Obedience merupakan salah satu jenis dari pengaruh sosial, dimana seseorang menaati dan mematuhi permintaan orang lain untuk melakukan tingkah laku tertentu karena adanya unsur power. Penelitian Migram ( 1963 ) juga mengajukan bahwa individu dapat menuruti perintah yang sebenernya membahayakan jiwa.
Contohnya : Saat dosen memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk tidak masuk 4 kali. Jika mahasiswa tidak masuk lebih dari 4 kali, maka akan mendaptkan nilai E pada ujian akhir.
Kesimpulan
Conformity, compliance dan obedience merupakan pengaruhi sosial, dimana dapat membuat seseorang melakukan hal yang sesuai dengan permintaan lingkungan dan orang lain, tanpa adanya paksaan ataupun dengan suatu hukuman yang membahayakan jiwa manusia jika tidak melakukan permintaan tersebut
Conformity adalah suatu perubahan sosial, dimana perubahan ini dipengaruhi oleh daerah yang ditinggal dan biasanya hal tersebut dipengaruhi oleh budaya-budaya dari nenek moyang. Sedangkan compliance adalah suatu perubahan sosial, dimana perubahan itu terjadi karena adanya permintaan orang lain. Dan obedience adalah suatu perubahan sosial, dimana diperngaruhi oleh seseorang yang memiliki kekuatan yang dapat mengganggu jiwa orang yang dimintanya.
Sumber :
Sarwono, Sarlito W. dan Meinarno, Eko A.2009.Psikologi sosial.Jakarta : Salemba Humanika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar